Minggu, 07 Desember 2014

Tikaman Malam!

Heeiii malam, boleh aku minta tolong?, kecilkan suaramu!
Kau tau sakit telinga mendengar pekikmu!
Kau tau begitu sakit hidup terkutuk, terkekang dalam phobia.
Jarak bagai neraka, rindu bagai penjara.
Padahal cinta penghapus goresan tinta luka bukan?
Lantas Aku bisa apa???!!!
Kau tau ini bukan keringat diguyuran hujan.
Tikaman sang kekasih, ku tau tak se-elok surga.
Kepada darah yang mencintai alir, peluk aku, kebekuan yang begitu memahami bahasa batu.
Inilah mimpi itu sayang!
Ketika tubuhku telah diukir oleh usangnya tanah.
Ketika debar begitu mencintai jantungku.
Tidurlah-pulang,
Pekik malam terlanjur mencintai sepasang mata yang terpejam dalam.
Sedangkan maut telah mengecup belukar nadiku~